Jumlah Penduduk Kabupaten Sumenep 2017

Jumlah Penduduk Kabupaten Sumenep Tahun 2017 – Tahukah anda apa nama kabupaten yang berada di bagian ujung paling timur Pulau Madura ? Tentunya orang yang sering berkunjung ke pulau Madura sudah tahu bahwa Kabupaten Sumenep yang berada di ujung paling timur dari Pulau Madura. Kuda Terbang merupakan logo daerah dari kabupaten ini. Bila anda yang ingin pergi menuju Sumenep dari Surabaya bisa naik bus dari Terminal Bungurasih. Salah satu armada bus yang banyak digunakan oleh warga Madura atau siapapun yang akan bepergian sumenep adalah bus AKAS. Bila ingin naik  bus AKAS dari terminal Bungurasih, maka ada  2 pilihan yang bisa anda pilih yaitu yang ekonomi atau Patas. Namun anda jangan berpikir bahwa semua bus ekonomi itu tidak mempunyai AC, namun ada sebagian bus AKAS Ekonomi yang menggunakan AC.

Tahukah anda bahwa di Kabupaten Sumenep juga memiliki lapangan terbang yang dikenal dengan nama Bandar Udara Trunojoyo Sumenep.

Keadaaan Geografis Sumenep

Kabupaten Sumenep ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Pamekasan di sebelah barat, di bagian timur berbatasan dengan Laut Jawa dan laut Flores, di sebelah selatannya berbatasan dengan selat Madura dan dibagian utaranya berbatasan dengan laut Jawa. Kabupaten Sumenep dengan luas wilayah 2.093 Km² secara administratif memiliki 27 kecamatan dengan jumlah desa/kelurahan sebanyak 334 desa/kelurahan yaitu 330 desa dan 4 kelurahan. Bila anda ingin mengetahui 4 nama kelurahan yang ada di Kabupaten Sumenep, Ini nama – nama kelurahannya yaitu Kepanjin, Bangselok, Karangduak dan Pajagalan. Perlu anda ketahui dari 38 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Timur, Sumenep-lah yang memiliki pulau paling banyak baik yang berpenghuni maupun tidak yaitu ada 126 pulau, serta hanya 48 pulau saja yang berpenghuni sedangkan sisanya 78 pulau lainnya tidak berpenghuni.

Sebagaimana yang diketahui pulau Madura memiliki 4 kabupaten yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Bila dilihat dari sisi jumlah penduduknya maka bisa dikatakan Sumenep memiliki jumlah penduduk yang paling banyak diantara 4 kabupaten yang ada di Madura. Bila anda ingin mengetahui jumlah penduduk kabupaten Sumenep tahun 2017, ini saya sajikan data kependudukannya yang diambil informasinya dari publikasi “Proyeksi Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur 2010 – 2020”. Lihat data statistik terkait dengan data kependudukan dibawah ini.

Jumlah Penduduk Kabupaten Sumenep Tahun 2010 – 2017

Bila anda malas untuk membaca tabel diatas terkait dengan jumlah penduduk menurut jenis kelamin di kabupaten Sumenep tahun 2010 – 2017, maka ini saya tuliskan jumlah penduduk kabupaten Sumenep dari tahun 2010 – 2017 dibawah ini :

  • Jumlah penduduk kabupaten Sumenep Tahun 2010 = 1.044.588 jiwa
  • Jumlah penduduk kabupaten Sumenep Tahun 2011 = 1.050.678 jiwa
  • Jumlah penduduk kabupaten Sumenep Tahun 2012 = 1.056.415 jiwa
  • Jumlah penduduk kabupaten Sumenep Tahun 2013 = 1.061.211 jiwa
  • Jumlah penduduk kabupaten Sumenep Tahun 2014 = 1.067.202 jiwa
  • Jumlah penduduk kabupaten Sumenep Tahun 2015 = 1.072.113 jiwa
  • Jumlah penduduk kabupaten Sumenep Tahun 2016 = 1.076.805 jiwa
  • Jumlah penduduk kabupaten Sumenep Tahun 2017 = 1.081.204 jiwa

Di Kabupaten Sumenep lebih banyak  perempuan dibandingkan laki-laki yang tercermin dari rasio jenis kelamin (RJK) tahun 2017 yang berada dibawah angka 100 yaitu 90,72 ≈ 91. Ini memberikan arti bahwa dari setiap 100 orang perempuan yang tinggal di Sumenep diantaranya terdapat 91 orang laki-laki atau bisa diartikan juga secara rata-rata setiap 191 orang yang tinggal di Sumenep diantaranya terdapat 91 orang laki-laki.

RJK Provinsi Jawa Timur di tahun 2017 berada pada angka 97,50 ; serta tahukah anda kabupaten mana dari 38 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur yang paling rendah RJK-nya pada tahun 2017 ini ?

RJK Kabupaten Sumenep yang paling rendah dari 38 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur di tahun 2017 berada pada angka 90,72.

Dari tabel diatas menurut kelompok usia, bisa dilihat pada 3 kelompok usia awal  (0 – 4 tahun, 5 – 9 tahun, 10 – 14 tahun) ternyata lebih banyak laki-laki dibandingkan dengan perempuan yang terlihat dari angka RJK > 100, yang kemudian pada kelompok usia berikutnya mengalami pergeseran dengan menurunnya RJK yang berada dibawah angka 100 yang secara umum terus mengalami penurunan hingga titik klimaksnya pada kelompok usia 75+ hanya berada pada angka 53,02. Angka RJK 53,02 ini menunjukkan bahwa pada kelompok usia 75 tahun keatas jumlah penduduk laki-lakinya hanya separuh dari jumlah penduduk perempuannya atau hampir dikatakan perbandingan penduduk laki-laki dengan perempuan di kelompok usia ini hanya 1`orang laki-laki berbanding 2 orang perempuan saja.

Pergeseran RJK ini mungkin banyak disebabkan oleh banyak faktor yaitu salah satunya karena migrasi penduduk keluar daerah yang sebagian besar di dominasi oleh penduduk laki-laki dengan tujuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau untuk mencari nafkah keluar daerah (merantau) baik sebagai tenaga kerja informal maupun formal di luar daerah. Salah satu data yang mendukung tentang hal ini adalah dari data hasil sensus penduduk 2010 dimana migrasi keluar baik risen maupun seumur hidup (lifetime) lebih banyak didominasi laki-laki dibandingkan perempuan (lihat tabel dibawah ini).

Tahukah anda bahwa berdasarkan hasil SP2010 terdapat 87.472 orang yang lahir di Sumenep namun pada tahun 2010 tinggal di luar Kabupaten.

Berdasarkan hasil SP2010 terkait migrasi seumur hidup, terdapat 50.687 orang laki-laki dan 36.785 orang perempuan yang tempat kelahirannya di Sumenep namun saat pendataan penduduk di bulan Mei 2010 tinggal di luar Kabupaten Sumenep. Selain itu berdasarkan hasil SP2010 terkait dengan migrasi risen, terdapat 9.823 orang laki-laki dan 7.433 orang perempuan yang 5 tahun yang lalu (Mei 2005) berada di Sumenep namun pada bulan Mei 2010 tinggal di luar Kabupaten Sumenep.

Tahukah anda bahwa berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 ternyata lebih banyak penduduk Sumenep yang keluar daerah dibandingkan pendatang yang tinggal di Sumenep dengan selisih migrasi nettonya sebanyak 69.870 orang.

Selain itu pada kelompok usia (70- 74) RJK-nya turun cukup drastis kurang lebih 11 poin dari  79,47 menjadi 68,26 dan pada kelompok usia 75 + turun lebih tajam lagi kurang lebih 15 poin dari 68,36 menjadi 53,02. Penurunan yang tajam pada 2 kelompok usia ini erat kaitannya dengan Angka Harapan Hidup (AHH) perempuan di Sumenep lebih tinggi dibandingkan angka harapan hidup laki-lakinya. Mungkin saat ini saya belum memiliki data terkait hal ini, namun ada data pendukung lainnya yang bisa mengindikasikan hal tersebut yaitu lebih banyak perempuan yang berstatus cerai mati dibandingkan laki-laki yang berstatus cerai mati.

Di tahun 2015 untuk perempuan pada kelompok usia 60 tahun keatas ternyata lebih dari separuhnya yang berstatus cerai mati (janda karena suaminya meninggal dunia) yaitu sebanyak 55,67 %, sedangkan untuk laki-laki yang berstatus cerai mati (duda karena istrinya meninggal dunia) pada kelompok umur ini jauh lebih kecil nilainya hanya 12,93% (sumber : Profil Penduduk Lanjut Usia Jawa Timur 2015).

Tahukah anda bahwa di Sumenep, penduduk perempuan yang masuk kategori lansia (60 tahun keatas) lebih dari separuhnya telah menjanda yaitu sekitar 60,83 % sedangkan untuk laki-lakinya lebih dari separuhnya masih memiliki pasangan hidup yaitu sebanyak 86,52% (sumber : Profil Penduduk Lanjut Usia Jawa Timur 2015).

Semoga informasi terkait dengan jumlah penduduk kabupaten Sumenep ini bisa bermanfaat bagi anda yang sedang mencari data kependudukan ini … Amin.


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*